Selasa, 06 Januari 2015

Materi 2 : Floor dan Ceiling, Operasi Matematika, dan Bitwise

2.1 Floor dan Ceiling
Syntax yang berhubungan :
1. Round = membulatkan sebuah bilangan ke bilangan bulat terdekat, bisa lebih kecil ataupun lebih besar.
2. Trunc = membulatkan sebuah bilangan X ke bilangan bulatnya. Contoh : trunc(123.123) = 123
3. Frac = mengembalikan bagian bilangan non bulat. Contoh : frac(123.123) = 0.123
Floor berfungsi untuk membulatkan sebuah bilangan ke bawah, berapapun angka di belakang koma.
Contohnya, floor(4.999999) = 4.
Ceil berfungsi untuk membulatkan sebuah bilangan ke atas. Contohnya, ceil(4.888)= 5.
Ceiling dan Floor dalam pemrograman bahasa pascal:

var

 floor , ceiling : longint;
 n : real ;

begin

 readln(n);

 begin
 if trunc (n) < 0 then
  begin
   floor := trunc (n)-1;
   ceiling := trunc(n);
  end;

  if trunc(n) > 0 then
  begin
   ceiling := trunc(n) +1;
   floor := trunc(n);
  end;

  writeln(floor,' ',ceiling);

 end;

end.

2.2 Operasi Matematika dalam Pemrograman
Ada beberapa Operator matematika dalam bahasa pemrograman pascal, diantaranya :
1. + = menjumlahkan dua atau lebih bilangan
2. - = mengurangkan bilangan
3. * = mengalikan bilangan
4. / = pembagian yang menghasilkan bilangan dalam bentuk real
5. DIV = pembagian yang menghasilkan bilangan dalam bentuk integer
6. MOD = sisa dari pembagian.

Selain operator matematika, dikenal juga operator logika, yang akan dibahas dalam bagian bitwise.

2.3 Bitwise
Bitwise digunakan dalam operasi bit pada integer. Untuk melakukan operasi bitwise (dalam OSK nantinya), ubahlah bilangan ke dalam bentuk binary, lalu operasikan sesuai dengan soal.

Bitwise yang umum digunakan adalah : AND, OR, XOR, SHL, SHR.

2.3.1 Bitwise AND
 Ubah 2 bilangan ke dalam bentuk biner, lalu operasikan. Ketentuannya, hanya menghasilkan angka 1 jika bit 1 bertemu bit 1. Selain itu, menghasilkan 0.

2.3.2 Bitwise OR
Ubah 2 bilangan ke dalam bentuk biner, lalu operasikan. Ketentuannya, hanya menghasilkan angka 0 jika bit 0 bertemu bit 0. Selain itu menghasilkan 1.

2.3.3. Bitwise XOR
Ubah 2 bilangan ke dalam bentuk biner, lalu operasikan. Ketentuannya, hanya menghasilkan angka 1 jika nilai bit berlawanan (1 dengan 0, atau sebaliknya), dan menghasilkan angka 0 jika nilai bit sama ( 1 dan 1, 0 dan 0)

2.3.4 Bitwise SHL
Menggeser sebuah bit sebanyak n buah ke kiri. Untuk simpelnya, jika kita memiliki sebuah bilangan X, maka X SHL N = X*(2^N).

2.3.5 Bitwise SHR
Menggeser sebuah bit sebanyak n buah ke kanan. Untuk simpelnya, jika kita memiliki sebuah bilangan X, maka X SHR N = X div (2^N).

*****
Penulis memiliki FAQ untuk materi ini. Apabila anda ingin bertanya, hubungi penulis di komentar.

Selasa, 30 Desember 2014

Membuat Program Pertama Anda

Untuk memulai langkah anda menjadi programmer, tentu dimulai dari sebuah program sederhana. Anda membuat program hello world!, seperti berikut :
begin
write('Hello World');
  end.
Adapun syntax-syntax pascal untuk program pertama anda yang perlu anda pelajari adalah
1.       read/readln : Berfungsi untuk mengambil input untuk sebuah variabel
2.       write/writeln : Berfungsi untuk menuliskan hasil komputasi, ke dalam layar komputer
3.        begin : awal dari sebuah program
4.       end : akhir dari sebuah program

5.       var : menunjukkan nama-nama variabel yang akan digunakan dalam program
READ = pada statemen ini posisi kursor tidak pindah ke baris selanjutnya.
READLN = pada statemen ini posisi kursor akan pindah ke baris selanjutnya setelah di input.

Adapun syntax-syntax pascal untuk program pertama anda yang anda sudah pelajari adalah :
1. read/readln : merupakan sebuah fungsi untuk mengambil input untuk sebuah variabel.
2. write/writeln : merupakan sebuah fungsi untuk menuliskan hasil komputasi, ke layar komputer.
3. begin : awal dari sebuah program.
4. end : akhir dari sebuah program.
5. var : mendeklarasikan nama-nama variabel yang akan digunakan dalam program.
6. string : merupakan sebuah tipe data yang bertipe kalimat.